Informasi tentang PVC (Polyvinyl Chloride, Polivinil Klorida) (Bahasa Indonesia)


Phthalate dan Kesehatan Anda
9 Oktober 2007, 1:26 pm
Filed under: Isu Kesehatan

Klaim 1: Phthalate menyebabkan penyakit kanker

Pada tahun 1980-an, beberapa jenis phthalate didemonstrasikan sebagai penyebab kanker hati pada tikus, ketika tikus-tikus tersebut diberi paparan phthalate dalam dosis yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama.

Akan tetapi riset selanjutnya menunjukkan bahwa kanker pada tikus-tikus tersebut disebabkan oleh suatu proses biologis yang spesifik terjadi dalam tubuh tikus, akan tetapi tidak terjadi pada tubuh manusia.

Pada tahun 2000, International Agency for Research on Cancer (IARC, yang merupakan organisasi resmi di bawah WHO) telah mengumumkan bahwa DOP/DEHP, jenis phthalate yang paling banyak digunakan, tidak digolongkan sebagai zat pemicu kanker pada manusia.

 

Klaim 2: Phthalate menyebabkan gangguan reproduksi

Phthalat dalam dosis tinggi yang dimasukkan dalam tubuh tikus telah diketahui mengganggu system reproduksi tikus jantan. Efek ini diyakini disebabkan karena terganggunya produksi hormone testosterone.

Beberapa studi mengklaim bukti adanya hubungan antara paparan phthalate dan efek gangguan system reproduksi pada manusia. Beberapa dari studi-studi yang paling banyak dirujuk tersebut, ketika ditinjau oleh tim peneliti yang ditunjuk pihak pemerintah, ternyata memiliki banyak kelemahan dalam metodologinya sehingga studi tersebut dinyatakan tidak memiliki cukup data untuk bisa disimpulkan.

Sementara itu beberapa riset menyimpulkan bahwa efek gangguan system reproduksi yang diamati pada tikus adalah tidak relevan bagi manusia, seperti juga yang terjadi pada mekanisme terjadinya kanker pada tikus.

Studi lain menunjukkan bahwa dosis phthalate yang tinggi yang dimasukkan ke dalam tubuh marmoset (sejenis kera kecil) ternyata samasekali tidak mengganggu system reproduksinya. Studi lain menunjukkan bahwa marmoset (yang merupakan mamalia seperti manusia, sehingga system reproduksinya lebih mewakili system reproduksi manusia) ternyata tidak mudah menyerap phthalate, sementara tikus sangat mudah menyerap phthalate. Pada mamalia, phthalate dengan mudah dihancurkan dalam proses metabolisme dan dengan cepat dibuang keluar dari tubuh.

 


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: